Apakah Istri akan bertemu Suaminya kembali di Surga?

Apakah Istri akan bertemu Suaminya kembali di Surga?
     Ustadz kondang di Bandung, Bp. Athian Ali, pernah menyampaikan dalam satu kesempatan ceramahnya, sering pertanyaan ini disampaikan oleh ibu-ibu majelis taklim :”Apakah saya bisa kembali bertemu dan hidup bersama suami saya di surga nanti..??”, sambil tertawa meledek pak ustadz lalu melanjutkan bahwa sudah puluhan tahun dia menjadi ustadz, belum pernah sekalipun ada pertanyaan yang sama datang dari bapak-bapak.
     Tentu saja hal ini kemudian mengundang ketawa para pendengarnya, terutama para bapak-bapak yang hanya bisa nyengir. Pertanyaan ini juga berkaitan dengan ‘serangan-serangan’ yang dilakukan oleh netters Kristen di forum ini :”Ketika laki-laki Muslim disediakan 72 bidadari di surga, lalu wanitanya bisa apa..??, apa cuma bengong melihat kaum laki-lakinya ‘berpesta-pora’..??.

     Al-Qur’an mengajarkan bahwa hubungan antar manusia di akherat kelak berbeda dengan apa yang ada di dunia ini :

Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya. [23:101]

     Di dunia ini kita harus menjalani kehidupan dengan ikatan yang saling kait-berkait dengan individu lainnya, kita terlahir dari rahim seorang ibu yang mengandung karena dibuahi oleh seorang ayah, maka otomatis kita sudah terlahir mempunyai orang-tua, lalu dari hubungan anak dan orang-tua tersebut muncul hak dan kewajiban yang ditetapkan oleh ajaran agama. Demikian pula ketika kita beranjak dewasa dan sudah cukup umur, kita lalu menikah, maka hubungan pernikahan tersebut membuat kita terkait dengan individu lain yang juga memunculkan adanya hak dan kewajiban yang diatur oleh ajaran agama. Hubungan tersebut diciptakan Allah SWT dengan dibungkus oleh perasaan : antara cinta dan benci, terpaksa dan sukarela, suka dan tidak suka, semuanya berproses silih berganti yang menjadi dasar adanya dinamika peradaban manusia.

     Lalu disaat Allah SWT membangkitkan semua manusia diakherat untuk diminta pertanggung-jawabannya terhadap apa yang dilakukan mereka sehubungan dengan hak dan kewajiban dunia tersebut, maka semua ikatan termasuk perasaan yang melandasinya akan dihapus. Jangan anda kira ketika anda sebagai seorang ayah/ibu yang sedang dituntut atas segala perbuatan anda di dunia, lalu anak-anak anda akan melakukan pembelaan karena ‘tidak tega’ melihat anda diadili, demikian pula sebaliknya. Semua individu akan mempertanggung-jawabkan diri mereka sendiri :

Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu; dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafa’at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah)[6:94].

     Bukan cuma manusia lain yang dulunya punya hubungan nasab dengan kita, bahkan sesuatu yang kita jadikan sandaran kita di dunia juga tidak bisa berbuat apa-apa, sandaran tersebut bisa berbentuk : Tuhan yang lain, atasan, penguasa, guru, kiyai, pendeta, dll, semuanya menghadap Allah mengurus diri sendiri. Bahkan bisa saja terjadi, seorang anak yang di dunia telah kita terlantarkan, atau seorang istri yang tidak pernah kita didik untuk patuh dan taat kepada Allah, bersaksi terhadap segala kezaliman kita tersebut, dan kesaksian mereka akan menyeret kita masuk neraka.

(Ingatlah) suatu hari (ketika) tiap-tiap diri datang untuk membela dirinya sendiri dan bagi tiap-tiap diri disempurnakan (balasan) apa yang telah dikerjakannya, sedangkan mereka tidak dianiaya (dirugikan)[16:111] .

     Bagaimanakan cara kita menggambarkan perasaan dan ikatan kita satu sama lain nantinya di akherat..?? apakah kita bisa membayangkan perasaan kita terhadap anak kita yang saat ini kita sayangi, atau suami/istri yang kita kasihi, ketika nanti dikaherat semua perasaan tersebut sudah dihapus..??. Sebenarnya apa yang diinformasikan oleh Al-Qur’an ini bisa kita jelaskan melalui akal sehat kita. Kalaulah perasaan yang melandasi hubungan kita satu sama lain di dunia masih berlaku di akherat kelak, maka seorang ayah/ibu yang masuk surga tidak akan merasa nyaman dan tenteram disana ketika ternyata anaknya bernasib sial masuk neraka, demikian pula sebaliknya, bagaimana mungkin seorang istri yang sangat mencintai suaminya ‘sampai ke pojok surga’ bisa hidup bahagia ketika mengetahui ternyata si suami yang didambakan dijebloskan di neraka..??. Maka keputusan Allah untuk menghilangkan hubungan nasab dan perasaan yang melandasinya di akherat tersebut merupakan suatu keniscayaan dan bisa diterima akal sehat kita, karena memang demikianlah seharusnya. Allah menjelaskan bagaimana perasaan manusia nanti di surga :

Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka [7:43] ;
Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan [15:47] .

Tidak ada lagi perasaan tersinggung, cemburu, sakit hati terhadap perilaku penghuni surga yang lain.

     Al-Qur’an menyuruh kita untuk berpikir soal ini dengan cara memperbandingkannya dengan kehidupan kita di dunia :

Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan, untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui. Dan Sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan yang pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran (untuk penciptaan yang kedua)? [56:60-62]

     Ayat tersebut menginformasikan bahwa bagaimana persisnya keadaan kita di akherat kelak merupakan suatu yang tidak bisa kita bayangkan karena belum pernah ada bandingannya di dunia ini. Ibarat kita menyodorkan kalkulator kepada masyarakat primitif, mereka tentu saja punya alat untuk melakukan penghitungan seperti batu dan ranting kayu, lalu ketika diberikan kalkulator untuk melakukan penghitungan, maka pastilah mereka akan kebingungan karena buat kaum primitif, kalkulator merupakan benda ‘yang tidak pernah terbayangkan’ sebelumnya, sekalipun kalkulator merupakan penyempurnaan dari sarana berhitung yang ada pada mereka. Demikian juga dengan manusia, saat ini kita punya tubuh dan pranata/sistem yang kita kenal dalam menjalani kehidupan, apakah kita mampu membayangkan bagaimana persisnya bentuk tubuh dan sistem kehidupan yang merupakan penyempurnaan dari apa yang kita miliki saat ini..??
     Namun secara cerdas, ayat Al-Qur’an tersebut menggiring kita untuk memikirkannya, ketika Allah menyatakan ‘Dan Sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan yang pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran’, artinya Allah menyuruh kita untuk melihat perumpamaannya.
     Kita bisa membayangkan kalau seandainya kita dilahirkan kembali ke dunia, memulai lagi proses kelahiran dari rahim seorang wanita, lahir, menjadi bayi dan tumbuh dewasa, apakah kita akan berusaha mengulangi kembali kehidupan kita yang dahulu..?? apakah kita akan mencari-cari istri yang kita cintai pada kehidupan terdahulu..?? apakah kita akan berusaha kembali mengumpulkan anak-anak yang kita sayangi dulu..?? Apakah kita akan ‘dibakar api cemburu’ ketika tahu istri kita dahulu yang telah menitis kepada sosok yang lain ternyata menemukan jodohnya yang lain pula, atau marah-marah melihat anak kita di kehidupan terdahulu ternyata menitis menjadi anak orang lain..?? Anda juga bisa memakai perumpamaan ini untuk periode sebaliknya, jika kehidupan anda saat ini adalah titisan dari hidup anda sebelumnya, apakah saat ini anda sedang mencari-cari dimana istri anda dulu..?? atau berusaha menemukan ayah-ibu anda dahulu..??

     Tentu saja tidak demikian, kita akan berproses sesuai jalur kehidupan yang sudah ditentukan, mencari jodoh sesuai takdir kita, melahirkan anak yang berbeda. Demikianlah desain hidup kita dahulu, maka itu juga yang berlaku bagi kita pada kehidupan selanjutnya.

     Perintah untuk berpikir melalui perumpamaan tersebut sebenarnya sudah bisa memberikan gambaran bagaimana nantinya kita di akherat terkait hubungan antara manusia, bahwa kita akan menjalani kehidupan yang baru sebagai bentuk penyempurnaan kehidupan kita di dunia..

     Jadi bagi ibu-ibu majelis taklim, jangan khawatir terhadap suami anda nantinya, apakah masih bersama anda atau sudah ‘dibajak’ oleh para bidadari. Yang sebaiknya anda lakukan adalah mendo’akan suami dan anak-anak agar mereka selalu dilindungi Allah dan mendapat kebaikan kelak di akherat, memastikan apakah suami dan anak-anak selalu bisa menjalankan apa yang diperintah oleh Allah, disamping tetap berusaha untuk memperbaiki diri terus-menerus, menjadi istri yang salehah. Suami dan keluarga adalah sarana anda untuk berbakti kepada Allah, menjadi ‘medan tempur’ yang bisa anda manfaatkan untuk meraup pahala sebanyak-banyaknya. Mencintai suami sepenuh jiwa dan raga tentu saja merupakan sikap yang mulia, namun hal tersebut tetap harus dikaitkan dengan kecintaan anda kepada Allah semata.

Read More......

My Family

Pernikahan

for everyone

Dalam menjalani kehidupan rumah tangga, semua orang akan mengatakan sama, berharap langgeng sampai akhir hayat. Bahkan kalau Allah berkenan, berharap perjalanan biduk terus bisa berjalan sampai kelak di akhirat, sehingga dapat bersama mengarungi bahtera indahnya kehidupan di Surga.
Namun dalam alam nyata tidak semua orang mampu mempertahankan keutuhan rumah tangga. Ada sebagian orang yang terpaksa atau mesti ikhlas berpisah dengan orang yang dicintainya manakala rumah tangga belum lama berjalan atau masih di tengah lautan cinta. Ada hal-hal tertentu yang tak mungkin bagi keduanya untuk terus dilanjutkan kebersamaan. Berpisah menjadi jalan terbaik daripada semakin tidak karuan.
Di sinilah setiap orang yang berumah tangga dituntut paham betul bahwa ada bayak hal yang bisa mengancam keutuhan rumah tangga selama diarungi dan dilayari. Mulai sifat, sikap, perilaku, pemahaman agama, hingga hadirnya orang ketiga kadangkala menjadi pemicu terjadinya perselisihan yang kemudian berujung perceraian.
Namun, hakikatnya seperti sakit, pasti ada obatnya kecuali maut. Demikian pula rumah tangga. Masih ada jalan/cara penyelesaian lain sebelum kalimat cerai diucapkan. Insya Allah, Allah akan memberi jalan keluar hamba-Nya bila selalu berusaha kemudian tawakal kepada-Nya.
Sedini mungkin tanamkanlah "HINDARI PERCERAIAN".

SIFAT DAN PERILAKU
Dalam kaitan dengan hal ini, banyak sifat dan perilaku yang bisa membuat suami atau istri kecewa. Seperti sifat pemarah atau temperamental (baik suami maupun istri). Hal itu bisa membuat pasangannya tidak suka dan pada akhirnya tidak tahan. Sifat lain, umpamanya pencemburu berat, sangat manja, suka su'uzhan, tidak taat pada suami, suka bermaksiat, dan lain sebagainya. Semua perkara tersebut bisa menjadi pemicu retaknya rumah tangga.

BILA PEMICU DARI ISTRI
Perilaku istri seringkali pemancing bagi terjadianya perceraian. Seorang ikhwan pernah curhat tentang istrinya bahwa seringkali ia ingin mengeluarkan kata cerai saat melihat "pembangkangan" istrinya. Ia tak kuat terus berada dalam "rongrongan" sang istri. Kadangkala sampai ia berpikir istrinya pendurhaka dan orang yang membawa sial. Tentu sifat/sikap istri tersebut benar-benar telah menyakitinya. Membuatnya kecewa luar biasa. Dan perlu diketahui bahwasanya kebanyakan ikhwan (suami) lebih panjang dalam berpikir dan merasakan sesuatu. Kalau sampai ia berpikir seperti itu berarti istrinya yang sudah kebangetan. Secepatnya seorang istri mesti segera introspeksi diri. Jangan sampai berlarut yang akhirnya meledak. Padahal kalau seorang suami sudah meledak kemarahannya bisa berakibat fatal, di antaranya menghajar, membunuh, memaki, atau mentalak. Allahu Akbar! Tentu bukan itu yang diharapkan. Sudah selayaknya setiap istri banyak introspeksi diri. Apa yang telah dilakukannya hari ini, apa yang telah diperbuatnya minggu ini, dan apa yang telah dilakukannya bulan ini. Adakah yang membuat suaminya kecewa? Hendaknya terus dicoba untuk dibangun komunikasi yang baik antara keduanya.
Istri semestinya bisa memulai untuk banyak bertanya kepada suaminya dan bersabar ketika menerima "kejujuran" suaminya. Karena kadangkala kejujuran suami membuat istri sakit hati. Namun percayalah kalau memang itu kekurangan atau sebuah kesalahan, bersegeralah istri meminta maaf kemudian memperbaikinya. Kemarahan/kekecewaan suami biasanya mereda manakala melihat rona penyesalan yang tulus dari sang istri. Secara otomatis hatinya akan luluh karena kesenduan istri tidak/belum dimaafkannya. Tentu hal ini terjadi pada suami yang paham agama dan mengerti bagaimana wanita. Mengerti sudah kodratnya wanita bengkok dan sering berbuat salah. Sepantasnyalah para istri sering merayu suaminya untuk mendapatkan ridha dan maaf atas kesalahannya.

BILA SUAMI PANGKAL MASALAHNYA
Tidak hanya istri, suami pun seringkali menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan keluarga. Ia yang memicu terjadinya kekecewaan istri yang sangat mendalam. Padahal istri telah berbuat semaksimal mungkin untuk membuat suaminya selalu bahagia. Dan istri butuh dihormati atas apa yang dilakukannya. Sehingga wajarlah bila pada akhirnya istri tak tahan ketika terus diperlakukan tidak adil, tidak dihormati, atau tak disayangi oleh suaminya. Biasanya istri yang kecewa akan menumpahkan perasaannya dengan "membangkang" pada suaminya. Banyak membantah atau balas berperilaku serupa dengan suaminya. Keadaan seperti itu tentu tidak baik bagi jalannya biduk rumah tangga. Oleh karena itu, selayaknya pula suami pun rajin introspeksi diri. Sudahkah hari ini suami mengasihi istri, menyayanginya, bersikap lembut kepadanya, menghargainya, dan membuatnya tertawa atau senang? Seorang suami semestinya mampu membuat istri ingin selalu dekat di sampingnya. Karena hal tersebut merupakan cerminan kepuasan istri pada suaminya. Yakinlah, istri akan semakin sayang bila suami menyayanginya setulus hati. Sebaliknya pun demikian.
Kejelekan suami yang banyak terjadi dan menjadi pemicu ketidakharmonisan rumah tangga adalah sikap yang sewenang-wenang terhadap istri atau tidak bertanggung jawab terhadap keluarganya. Bagi seorang istri, kedua sifat tersebut cukup fatal bila dimiliki seorang suami. Bagi yang tidak tahan, maka akan dipastikan rumah tangga takkan bertahan. Wanita tidak kuat dibuat terus menekan perasaan apalagi merekalah manusia yang sangat perasa. Sehingga ketika rasa tertekan dalam diri tak tertahankan, lontaran cerai pun akan terucap dari mulutnya. Lebih baik bercerai daripada harus hidup menderita dan dalam bayang-bayang suami yang bersifat egois dan temperamental.

SOLUSI... SALING MENGERTILAH...!
Namun, tentu seorang istri tidak mudah meminta cerai gara-gara kecewa dengan suaminya. Yang hendaknya dilakukan adalah mencoba untuk terus mengkomunikasikannya. Bangunlah pilar nasihat dalam keluarga. Biasakan untuk saling mengingatkan bila ada salah satu yang berbuat salah. Insya Allah, kalau suami mengerti agama ia akan dengan senang hati dinasihati, apalagi dari istri tercinta demi kebaikan bersama.
Suatu keluarga yang baik akan selalu mengutamakan keharmonisan, bukan sebaliknya. Di sinilah baik suami maupun istri mesti selalu berkomitmen untuk terus bersama. Masalah takkan memisahkan keduanya kecuali maut yang menjemput. Apalagi hanya masalah karena dunia. Kebersamaan selamanya lebih penting daripada sekedar materi dan dunia.

Read More......

SEPUTAR CERITA TENTANG DAJJAL MENURUT NABI saw.

Dari Nawwas bin Sa’man, ia berkata: “Suatu pagi Rasulullah saw. Bercerita tentang Dajjal, terkadang beliau memelankan suaranya dan terkadang mengeraskannya, sehingga kami menyangka Dajjal ada di kebun kurma. Kettika kami mendatanginya, beliau mengetahui keadaan kami, maka beliau bertanya: ”Ada apa kalian?” Kami menjawab: ”Wahai Rasulullah, engkau berrcerita tentang Dajjal, terkadang engkau memelankan suara dan terkadang engkau mengeraskannya, sehingga kami menyangka Dajjal ada di kebun kurma. ’Beliau bersabda: ”Ketakutan kepada selain Dajjal adalah yang paling aku khawatirkan terhadap dirimu. Kalau dia dan aku masih ada diantara kalian, akulah yang berdebat dengamya untuk melindungimu, tetapi jika jika dia keluar dan aku tidak berada diantara kalian, maka setiap orang akan berdebat untuk menolong dirinya sendiri, dan Allah adalah penggantiku untuk setiap orang muslim. Dia (Dajjal) adalah seorang pemuda yang berambut keriting, matanya menyembul keluar, menurutku seperti
Abdul Uzza bin Qathan. Oleh karena itu, siapapun di antara kamu yang bertemu denganya, hendaklah membacakannya surat Al Kahfi. Sesungguhnya ia keluar dari jalan antara Syam dan Irak kemudian merusak kanan kirinya. Hai hamba-hamba Allah, tabahlah! Kami berkata: ”Wahai Rasulullah, berapa lamanya ia berdiam di bumi?” Beliau bersabda: ”Empat puluh yang sehari seperti setahun, sehari lagi seperti sebulan, sehari lagi seperti seminggu, dan sisa-sisa harinya seperti hari-harimu.” Kami bertanya: ”Wahai Rasulullah, hari yang setahun tadi, cukuplah bagi kami satu hari saja pada hari itu?” Beliau menjawab: ”Tidak. Jadi buatlah perkiraan untuk waktu shalat. ”Kami bertanya: ”Wahai Rasulullsh, bagaimana kecepatannya di bumi?” beliau menjawab: ”Seperti hujan yang ditiup angin. Maka ia mendatangi suatu kaum lalu mengajak mereka, maka mereka beriman kepadanya dan mau menjawab ajakannya. Setelah itu ia memerinyahkan lsngit (agar menurunkan hujan), maka langit pun menurunkan hujan,
memerintahkan bumi (agar menumbuhkan tumbuh-tumbuhan) , maka bumi pun menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Pada waktu sore gembala-gembala mereka pulang dengan punuk yang panjang, lambung yang berisi susu yang mengelaytut. Kemudian kaum itu menolaknya. Maka Dajjal meninggalkan mereka. Pada keesokan harinya mereka mengalami paceklik, tiada suatu harta pun yang ada pada mereka. Kemudian Dajjal melewati sutu reruntuhan tersebut: ”keluarakan harta simpanan, ”maka simpanan maka simpanan tadi mengikutinya bagaikan lebah. Setelah itu ia memanggil seorang pemuda lalu dipotongnya dengan pedang menjadi dua bagian dan dilemparkan sejauh sasaran, lantas dipanggilnya kembali , maka pemuda menghadap sambil tertawa dan wajahnya bersinar. Ketika ia dalam keadaan demikian mendadak Allah mengutus Al Masih putra Maryam. Beliau turun di menara putih, sebelah timur Damaskus dengan mengenakan pakaian yang dicelup za’faran dan meletakkan telapak tangannya pada sayap dua malaikat. Apabila menundukkan
kepala, air pun menetes, dan jika mengangkat kepala, berluncuran air tadi bagaikan mutuara. Orang kafir mencium bau nafas beliau pasti mati, sedangkan bau nafas beliau dapat mencapai sejauh pandangan mata beliau. Kemudian beliau mencari Dajjal dan menemukannya di Babu Ludd (daerah dekat Baitul muqaddas) lalu membunuhnya. Setelah itu beliau didatangi kaum yang dijaga oleh Allah dari kejahatan Dajjal, beliau mengusap wajah mereka dan mengucapkan derajat mereka di surga. Ketika beliau dalam keadaan demikian, tiba-tiba Allah memberikan wahyu: ”Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba- Ku, tiada seorang pun yang mampu membunuhnya, maka jaga dan kumpulkanlah hamba-hamba- Ku di gunung thur. ”Kemudian Allah membangkitkan Ya’juj dan Ma’juj yang dengan cepat turun dari tempat-tempat tinggi. Ketika terdengar dari mereka melewati danau Thabariyah, mereka minim apa yang ada di situ. Dan tatkala barisan yang terakhir lewat, mereka berkata: ”Sesungguhnya, ditempat ini pernah ada
air, ”dan Nabiyyullah Isa dan sahabat-sahabatnya berdoa kepada Allah, maka Allah mengirim ulat ketengkuk mereka (Ya’juj dan Ma’juj), sehingga mereka semua mati seperti matinya satu jiwa. Setelah itu Nabiyullah Isa dan sahabt-sahabatnya turun kebumi. Mereka tidak menemukan sejengkal pun tempat dibumi kecuali dipenuhi bangkai Ya’juj dan Ma’juj yang berbau busuk. Maka Nabiyullah Isa dan sahabat-sahabatnya berdoa kepada Allah, maka Allah mengirim burung sebesar leher unta yang kemudian membawa mereka (Ya’juj dan Ma’juj) dan melemparkannya ditempat yang dikehendaki oleh Allah. Kemudian Allah mengirim hujan yang membanjiri rumah dari tanah maupun dari bulu, maka hujan tadi mencuci bumi sampai bersih, bersih seperti kaca, lalu dikatakan kepada bumi: ”Tumbuhlah buah-buahanmu dan kembalikanlah berkahmu.” Maka pada hari itu serombongan orang memakan buah delima dan berteduh dengan kelopaknya, juga diberkahi air susu seekor unta yang cukup untuk serombongan orang, air susu seekor
sapi cukup untuk satu keluarga. Ketika mereka dalam keadaan demikian, Allah mengirim angin yang harum yang tertiup dibawah ketiak mereka, lalu mencabut setiap nyawa orang mukmin dan muslim, dan yang tersisa adalah orang-orang jahat yang melakukan persetubuhan seperti keledai (bersetubuh di depan umum tanpa rasa malu), maka pada masa mereka itulah terjadi kiamat.

(HR. Muslim)

Read More......

Asal usul dajal

Asal-Usul Keluarganya:

Dajjal adalah seorang manusia dari keturunan Yahudi. Dia bukan Jin atau apajua makhluk lain selain ia sebagai manusia yg ditangguhkan ajalnya “MinalMunzharin” seperti halnya Nabi Isa as yg di angkat oleh Allah swt ke ataslangit dan ditangguhkan kematiannya sehingga beliau nantinya turun semula keatas muka bumi ini lalu beliau akan mati dan di kuburkan di Madinah AlMunawwarah. Sama juga halnya dgn Iblis yg di tangguhkan kematiannya sehinggakiamat nanti.

Dajjal; ayahnya seorang yg tinggi dan gemuk. Hidungnya seperti Paruh burung.Sedangkan Ibunya pula seorang perempuan gemuk dan banyak dagingnya. MenurutImam Al Barzanji ada pendapat mengatakan bahawa asal keturunan bapanya ialahseorang Dukun Yahudi yg di kenali dgn “syaqq” manakala ibunya adalah daribangsa Jin. Ia hidup di zaman Nabi Sulaiman as dan mempunyai hubungan denganmakhluk halus. Lalu oleh Nabi Sulaiman ia akhirnya ditangkap dan dimasukkanke dalam penjara. Walau bagaimanapun kelahiran dan kehidupan masa keciltidak diketahui dgn jelas.

Sifat Badannya:

Hadis Huzaifah r.a katanya: Rasulullah s.a.w. telah bersabda: Dajjal ialah orang yang buta matanyasebelah kiri, lebat (panjang) rambutnya serta dia mempunyai Syurga danNeraka. Nerakanya itu merupakan Syurga dan Syurganya pula ialah Neraka(Hadis Sahih Muslim)
Ada beberapa ciri perawakan Dajjal yg disebutkan dalam Hadis Rasulullahsaw, diantaranya:
Seorang yg kelihatannya masih muda;Berbadan Besar dan agak kemerah-merahan;Rambutnya kerinting dan tebal. Kelihatan dari belakang seolah-olah dahankayu yg rimbun.
Dan tandanya yg paling ketara sekali ada duaertama: Buta mata kirinya dan kelihatan seperti buah kismis yg kecut,manakala mata kanannya tertonjol keluar kehijau-hijauan berkelip-keliplaksana bintang. Jadi kedua-dua matanya adalah cacat.Kedua: Tertulis didahinya tulisan “Kafir (Kaf-Fa-Ra)”. Tulisan ini dapatdibaca oleh setiap org Islam, sama ada ia pandai membaca atau tidak.Mengikut hadis riwayat At-Thabrani, kedua-dua tanda ini menjelma dalam diriDajjal setelah ia mengaku sebagai Tuhan. Adapun sebelum itu, kedua-dua tandayg terakhir ini belum ada pada dirinya.

Tempat Tinggalnya Sekarang:

Menurut riwayat yg sahih yg disebutkan dlm kitab “Shahih Muslim”, bahawaDajjal itu sudah wujud sejak beberapa lama. Ia dirantai di sebuah pulau danditunggu oleh seekor binatang yg bernama “Al-Jassasah”. Terdapat hadis mengenainya.. (tetapi terlalu panjang utk ditulis.. andaboleh membaca terus dari buku). Daripada Hadis ini jelaslah bagi kita bahawaDajjal itu telah ada dan ia menunggu masa yg diizinkan oleh Allah swt utkkeluar menjelajah permukaan bumi ini dan tempat “transitnya” itu ialah disebelah Timur bukan di Barat.

Berapa lama ia akan hidup setelah kemunculannya:

Dajjal akan hidup setelah ia memulakan cabarannya kepada umat ini, selamaempat puluh hari sahaja. Namun begitu, hari pertamanya adalah sama dgnsetahun dan hari kedua sama dengan sebulan dan ketiga sama dengan satuminggu dan hari-hari baki lagi sama seperti hari-hari biasa. Jadikeseluruhan masa Dajjal membuat fitnah dan kerosakan itu ialah 14 bulan dan14 hari. Dalam Hadis riwayat Muslim ada disebutkan:
Kami bertanya: “Wahai Rasulullah! Berapa lamakah ia akan tinggal di mukabumi ini? Nabi saw, menjawab: Ia akan tinggal selama empat puluh hari. Hariyg pertama seperti setahun dan hari berikutnya seperti sebulan dan hariketiga seperti seminggu. Kemudian hari yg masih tinggal lagi (iaitu 37hari) adalah sama seperti hari kamu yg biasa.Lalu kami bertanya lagi: Wahai Rasulullah saw! Di hari yg panjang sepertisetahun itu, apakah cukup bagi kami hanya sembahyang sehari sahaja (iaitu 5waktu sahaja). Nabi saw menjawab: Tidak cukup. Kamu mesti mengira hari itudgn menentukan kadar yg bersesuaian bagi setiap sembahyang..”
Maksud Sabdaan Rasulullah saw, ini ialah supaya kita mengira jam yg berlalu pada hari itu. Bukan mengikut perjalanan matahari seperti biasanya kitalakukan. Misalnya sudah berlalu tujuh jam selepas sembahyang Subuh pada hariitu maka masuklah waktu sembahyang Zohor, maka hendaklah kita sembahyangZohor, dan apabila ia telah berlalu selepas sembahyang Zohor itu tiga jamsetengah misalnya, maka masuklah waktu Asar, maka wajib kita sembahyang AsarBegitulah seterusnya waktu Sembahyang Maghrib, Isyak dan Subuh seterusnyahingga habis hari yg panjang itu sama panjangnya dgn masa satu tahun danbilangan sembahyang pun pada sehari itu sebanyak bilangan sembahyang setahunyg kita lakukan. Begitu juga pada hari Kedua dan ketiga.

Fitnah Dajjal:

Dajjal telah diberi peluang oleh Allah swt utk menguji umat ini. Oleh keranaitu, Allah memberikan kepadanya beberapa kemampuan yg luar biasa. Di antarakemampuan Dajjal ialah:

1. Segala kesenangan hidup akan ada bersama dengannya. Benda-benda beku akanmematuhinya.Sebelum kedatangan Dajjal, dunia Islam akan diuji dahulu oleh Allah dgnkemarau panjang selama 3 tahun berturut-turut. Pada tahun pertama hujan akankurang sepertiga dari biasa dan pada tahun kedua akan kurang 2/3 dari biasadan tahun ketiga hujan tidak akan turun langsung. Umat akan dilandakebuluran dan kekeringan. Di saat itu Dajjal akan muncul membawa ujian. Makadaerah mana yg percaya Dajjal itu Tuhan, ia akan berkata pada awan: Hujanlahkamu di daerah ini! Lalu hujan pun turunlah dan bumi menjadi subur. Begitujuga ekonomi, perdagangan akan menjadi makmur dan stabil pada org ygbersekutu dgn Dajjal. Manakala penduduk yg tidak mahu bersukutu dgn Dajjal..mereka akan tetap berada dlm kebuluran dan kesusahan.

Dan ada diriwayatkanpenyokong Dajjal akan memiliki segunung roti (makanan) sedangkan org ygtidak percaya dengannya berada dalam kelaparan dan kebuluran.
Dalam hal ini, para sahabat Rasullullah s.a.w. bertanya:”Jadi apa yg dimakan oleh org Islam yg beriman pada hari itu wahaiRasulullah?”Nabi menjawab:”Mereka akan merasa kenyang dengan bertahlil, bertakbir, bertasbih danbertaubat. Jadi zikir-zikir itu yang akan menggantikan makanan.” H.R IbnuMajah

2. Ada bersamanya seumpamanya Syurga dan Neraka:
Di antara ujian Dajjal ialah kelihatan bersama dengannya seumpama syurga danneraka dan juga sungai air dan sungai api. Dajjal akan menggunakankedua-duanya ini untuk menguji iman org Islam kerana hakikat yg benar adalahsebalik dari apa yg kelihatan. Apa yg dikatakan Syurga itu sebenarnya Nerakadan apa yg dikatakannya Neraka itu adalah Syurga.

3. Kepantasan perjalanan dan Negeri-Negeri yang tidak dapat dimasukinya:
Kepantasan yg dimaksudkan ini tidak ada pada kenderaan org dahulu. Kalauhari ini maka bolehlah kita mengatakan kepantasan itu seperti kepantasanjet-jet tempur yg digunakan oleh tentera udara atau lebih pantas lagidaripada kenderaan tersebut sehinggakan beribu-ribu kilometer dapat ditempuhdalam satu jam”… Kami bertanya: Wahai Rasulullah! Bagaimana kepantasan perjalanannya diatas muka bumi ini?Nabi menjawab:”Kepantasan perjalanannya adalah seperti kepantasan “Al Ghaist” (hujan atauawan) yang dipukul oleh angin yang kencang.” H.R Muslim
Namun demikian, Dajjal tetap tidak dapat memasuki dua Bandar suci umat Islamiaitu Makkah Al Mukarramah dan Madinah Al Munawwarah.

4. Bantuan Syaitan-Syaitan untuk memperkukuhkan kedudukannya:
Syaitan juga akan bertungkus-lumus membantu Dajjal. Bagi syaitan, inilahmasa yg terbaik utk menyesatkan lebih ramai lagi anak cucu Adam a.s.

Read More......

download manager

Template by : ofitadrian.blogspot.com